- Beranda
- Tentang Kami
- Layanan
- IGD 24 Jam
- Rawat Jalan
- Rawat Inap
- Penunjang Medis
- Pelayanan Operasi Bedah
- Pelayanan Kesehatan Outdoor
- Pelayanan Non Medis
- Fasilitas Umum
- Berita
- Kontak
Artikel dan Berita
Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama (WHO,2000)
Ciri-ciri Anak Obesitas
Hal sederhana yang dapat membantu kita untuk memastikan bahwa Anak Obesitas adalah dengan mengenali ciri-ciri sebagai berikut :
- Wajah bulat, pipi tembem, dan bahu rangkap
- Leher relatif pendek
- Perut buncit
- Kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan
- Pada Anak laki-laki dada membusung dan payudara sedikit membesar, serta penis mengecil (tidak terlihat secara utuh karena tertutup oleh timbunan lemak)
- Pada Anak perempuan datangnya pubertas lebih dini yaitu usia kurang dari 9 tahun sudah mengalami menstruasi
Cara Praktis Mengatasi Obesitas
Pola Aktivitas
Meningkatkan aktivitas fisik paling sedikit 1 jam per hari secara terus-menerus. Latihan fisik kombinasi aerobik (naik sepeda, jogging, renang, dan golf) dan anaerobik (senam pernafasan, karate, lompat tinggi, dan angkat berat) dengan frekuensi 3 – 5 kali seminggu dan durasi 40 – 60 menit setiap kali latihan, serta intensitas sesuai dengan denyut nadi maksimal berdasarkan umur dan kemampuan (intensitas dinaikkan secara bertahap), seperti tabel berikut:
Pola Makan
Prinsip dasar penatalaksanaan obesitas yang dianjurkan badan dunia adalah diet rendah energi seimbang dengan pengurangan energi 500-1000 kkal dari kebutuhan sehari dengan cara :
- Mengurangi konsumsi bahan makanan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, jagung, kentang dan sereal
- Menghindari konsumsi bahan makanan sumber karbohidrat sederhana seperti gula pasir, gula merah, sirup, kue yang manis dan gurih, madu, selai, dodol, coklat, permen, minuman ringan, dll
- Mengurangi konsumsi bahan makanan sumber lemak dengan tidak mengolah makanan dengan cara digoreng dan menggunakan santan kental serta mentega dan margarin
- Mengutamakan konsumsi bahan makanan sumber protein rendah lemak, seperti ikan, putih telur, ayam tanpa kulit, susu dan keju rendah lemak, tempe tahu, dan kacang-kacangan yang diolah
- Meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber serat, yaitu : sayur yang diolah dengan cara direbus, dikukus, dan ditumis dengan sedikit minyak
- Menghindari buah-buahan yang mengandung energi tinggi yaitu : durian, alpukat, nangka, sawo, mangga, cempedak, pisang, srikaya
- Mengkonsumsi buah sebagai makanan selingan
Meningkatkan konsumsi cairan minimal sepuluh gelas sehari (dapat dari air putih dan kuah sayur) - Porsi makan kecil
Sumber : https://p2ptm.kemkes.go.id/
Yuk Waspada Gejala Hepatitis A Sekitar Kita
Hepatitis A merupakan penyakit yang ditularkan melalui kotoran/tinja penderita yang kemudian menular melalui makanan yang terkontaminasi sehingga virus masuk ke...Yuk Simak! Apa Saja Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan
Tertawa adalah reaksi psikologis anggota tubuh karena mendengar, mengalami, atau merasakan hal-hal yang lucu. Manfaat tertawa bisa menjadi obat hati...Yuk Mengenal Lebih Jauh Multivitamin Sebelum Mengkonsumsinya
Multivitamin tak hanya mencukupi asupan nutrisi, multivitamin juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit"Ramah Amanah Profesional Peduli Islami"
Hubungi kami sekarang untuk jadwal dan pemeriksaaan kesehatan.
